Jumat, 18 Desember 2015

MENGGALI DAN MENGEMBANGKAN KECERDASAN DENGAN TEORI KECERDASAN MAJEMUK




Secerdas apakah diri kita ?


Jawabannya mungkin terdapat pada rangking atau peringkat kelas seperti yang tertera pada raport untuk anak sekolah. Atau nilai IPK untuk mahasiswa. Atau peringkat juara pada setiap lomba.


Apa benar ?


Tapi setelah ujian nasional malah susah membuktikan kecerdasan kita. Tapi setelah wisuda malah susah tes cari kerja atau tes cpns. Tapi setelah ikut pertandingan lain malah susah menjadi juara.


Sekarang mari kita koreksi kecerdasan kita berdasarkan Teori kecerdasan majemuk Gardner.
Menurut Teori kecerdasan majemuk Gardner ada delapan kecerdasan yaitu sebagai berikut :

1.     Kecerdasan Linguistik
Kemampuan untuk menggunakan kata-kata baik secara lisan maupun tertulis seperti yang dilakukan para presenter, orator, sastrawan, jurnalis dan lain-lain.

2.     Kecerdasan matematis-logis
Kemampuan menggunakan angka dan penalaran secara logis seperti yang dilakukan para akuntan, ahli matematika, ilmuwan, peneliti, programer dan lain lain.

3.     Kecerdasan Spasial
Kemampuan membuat visualisasi secara akurat bentuk, bangun, ruang dan warna. seperti para pematung, arsitek, pilot dan lain-lain.

4.     Kecerdasan Kinestetis
Kemahiran dalam menggunakan anggota tubuh seperti para penari, atlet, aktor dan lain lain.

5.     Kecerdasan Musikal
Kemampuan yang berhubungan dengan bunyi nada atau suara seperti para pemusik, penyanyi, pencipta lagu dan lain-lain.

6.     Kecerdasan Interpersonal
Kemampuan dalam berhubungan dengan orang lain seperti para negosiator, politikus, diplomat, tenaga pemasaran dan lain lain.

7.     Kecerdasan Intrapersonal
Kemampuan untuk memahami diri sendiri sebagaimana para konsultan,  rohaniwan, psikologi, pendidik dan lain-lain.

8.     Kecerdasan Naturalis
Kemampuan yang berhubungan dengan alam seperti pencinta alam, aktivis lingkungan, peneliti dan lain-lain.

Teori kecerdasan majemuk menyatakan bahwa pada dasarnya setiap orang memiliki ke delapan kecerdasan tersebut akan tetapi setiap orang akan berbeda-beda, diantara ke delapan kecerdasan tersebut ada yang lebih dominan atau menonjol dibanding kecerdasan lainnya. jadi seseorang seumpama tidak pandai matematika bukan berarti dia bodoh akan tetapi kecerdasan matematisnya kurang dan kemungkinan dia mempunyai kecerdasan musikal yang bisa dibanggakan atau kecerdasan lainnya.

Jadi silakan koreksi kecerdasan kita. Kecerdasan apa saja yang menonjol pada diri kita dan kecerdasan apa saja yang masih kurang. Kalau kita ingin mengembangkannya maka dengan cara belajar dan berlatih dengan rajin dan giat. Seperti kata pepatah "rajin pangkal pandai" dan "bisa karena terbiasa".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar