Secerdas apakah diri kita ?
Jawabannya mungkin terdapat pada rangking atau peringkat kelas seperti yang
tertera pada raport untuk anak sekolah. Atau nilai IPK untuk mahasiswa. Atau peringkat
juara pada setiap lomba.
Apa benar ?
Tapi setelah ujian nasional malah susah membuktikan kecerdasan kita. Tapi
setelah wisuda malah susah tes cari kerja atau tes cpns. Tapi setelah ikut
pertandingan lain malah susah menjadi juara.
Sekarang mari kita koreksi kecerdasan kita berdasarkan Teori kecerdasan majemuk
Gardner.
Menurut Teori kecerdasan majemuk Gardner ada delapan kecerdasan yaitu sebagai
berikut :
1. Kecerdasan
Linguistik
Kemampuan untuk menggunakan kata-kata baik secara lisan
maupun tertulis seperti yang dilakukan para presenter, orator, sastrawan,
jurnalis dan lain-lain.
2. Kecerdasan
matematis-logis
Kemampuan menggunakan angka dan penalaran secara logis
seperti yang dilakukan para akuntan, ahli matematika, ilmuwan, peneliti,
programer dan lain lain.
3. Kecerdasan
Spasial
Kemampuan membuat visualisasi secara akurat bentuk, bangun,
ruang dan warna. seperti para pematung, arsitek, pilot dan lain-lain.
4. Kecerdasan
Kinestetis
Kemahiran dalam menggunakan anggota tubuh seperti para
penari, atlet, aktor dan lain lain.
5. Kecerdasan
Musikal
Kemampuan yang berhubungan dengan bunyi nada atau suara
seperti para pemusik, penyanyi, pencipta lagu dan lain-lain.
6. Kecerdasan
Interpersonal
Kemampuan dalam berhubungan dengan orang lain seperti para
negosiator, politikus, diplomat, tenaga pemasaran dan lain lain.
7. Kecerdasan
Intrapersonal
Kemampuan untuk memahami diri sendiri sebagaimana para
konsultan, rohaniwan, psikologi, pendidik dan lain-lain.
8. Kecerdasan
Naturalis
Kemampuan yang berhubungan dengan alam seperti pencinta alam,
aktivis lingkungan, peneliti dan lain-lain.
Teori kecerdasan majemuk menyatakan
bahwa pada dasarnya setiap orang memiliki ke delapan kecerdasan tersebut akan
tetapi setiap orang akan berbeda-beda, diantara ke delapan kecerdasan tersebut
ada yang lebih dominan atau menonjol dibanding kecerdasan lainnya. jadi
seseorang seumpama tidak pandai matematika bukan berarti dia bodoh akan tetapi
kecerdasan matematisnya kurang dan kemungkinan dia mempunyai kecerdasan musikal
yang bisa dibanggakan atau kecerdasan lainnya.
Jadi silakan koreksi kecerdasan kita. Kecerdasan apa saja yang menonjol pada
diri kita dan kecerdasan apa saja yang masih kurang. Kalau kita ingin
mengembangkannya maka dengan cara belajar dan berlatih dengan rajin dan giat.
Seperti kata pepatah "rajin pangkal pandai" dan "bisa karena
terbiasa".

Tidak ada komentar:
Posting Komentar