Kamis, 12 November 2015

CERITA LUCU ISTERI TIDAK PENGERTIAN DI GUGAT CERAI SUAMI TERCINTA


Eko  maryandi berniat menceraikan isterinya yang bernama oke maryana, dia mengirim surat pengajuan gugatan cerai ke pengadilan agama. Setelah pengadilan agama menerima surat tersebut, selang beberapa hari dia di panggil ke pengadilan.
Maka terjadilah dialog antara Hakim  dan Eko  maryandi di pengadilan.
Hakim  : " benar anda mau menceraikan isteri anda?... "
Eko  : " benar pak !!!.. "
Hakim  : "sudah anda pikirkan masak- masak?... "
Eko  : "Sudah pak!,.. hampir tiap malam saya pikirkan."
Hakim  : " berarti anda tidak akan menyesal nantinya?..."
Eko  : "sama sekali tidak menyesal !!!.."
Hakim  : "kenapa anda mau menceraikan isteri anda...?"
Eko  : "saya sudah tidak tahan lagi dengan tingkah laku isteri saya, hampir tiap malam isteri saya keluyuran di diskotik "
Hakim  : " isteri anda mabuk mabukan?.."
Eko  : "tidak pak !!!"
Hakim  : " isteri anda suka berdansa,On serta dugem?..."
Eko  : "eemm...nggak juga pak!!"
Hakim  : " laa..trus isteri anda selingkuh dan ketahuan?..."
Eko  : " eemm..emm...nggak..ngak pak !!"
Hakim  : " jadi apa yang dilakukan isteri anda keluyuran tiap malam di diskotik?..."
Eko  : " isteri saya tiap malam keluyuran di diskotik nyari nyari saya pak!!..
(lalu palu yang biasa dipakai pak Hakim dilemparkan kearah Eko. Dan kembali si Eko yang balik menanyai pak Hakim.).
Eko  : " loo..! kenapa bapak melempar saya!"
Hakim  : " jangankan isteri anda yang mencari cari anda! palu saya saja mencari orang seperti anda untuk di ketuk kepalanya!!"( jawab Hakim  dengan kesal).

Perceraian adalah perkara halal yang paling dibenci oleh Allah.  Perceraian dipilih ketika dibutuhkan
saja, yaitu apabila mempertahankan pernikahan akan mengakibatkan mudharat yang lebih besar.
Dan jika tidak sangat diperlukan maka perceraian menjadi makruh karena mengakibatkan bahaya yang tidak bisa ditutupi.

Cerita ini hanya bersifat fiktif belaka, jika terjadi kesamaan nama, cerita, tempat dan kejadian hanya bersifat kebetulan saja. Admin tidak bertanggung jawab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar