Kamis, 25 Februari 2016

PROBLEMATIKA PROSTITUSI SEPANJANG MASA

 

Alasan menjadi wanita penghibur karena keterpanggilan apa mungkin? Karena kebutuhan atau kesenangan mungkin tidak ya? 
Ada beberapa opini yang berkembang di masyarakat.
Pertama karena eksploitasi muncikari dengan berbagai tipu daya dan rayuannya kepada perempuan untuk dijadikan wanita penghibur.
Kedua bisa karena faktor berpikir instan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi yang mendorong seseorang terjun ke prostitusi.
Yang ketiga adalah keterpaksaan atau diperbudak oleh seseorang atau pihak tertentu.
Keempat adalah pengaruh lingkungan atau teman sebaya. Tak sedikit yang terjerumus ke prostitusi karena pengaruh lingkungannya.
Kelima adalah pengaruh gaya hidup yang cenderung menafikan nilai agama, kepatutan, dan kesusilaan.
Penyebab terakhir adalah faktor frustasi. Kondisi seperti ini dapat memicu orang jatuh ke prostitusi.
Begitulah sebagian dari beberapa pendapat orang yang beredar di masyarakat.
Tapi menjadi wanita penghibur karena keterdesakan atau faktor ekonomi adalah sebuah kenyatan. Kesulitan ekonomi sering mendorong orang melakukan jalan pintas. Wanita yang memiliki body sekseh dengan mudah menjual dirinya demi uang.
Yang lebih memprihatinkan ada orang tua yang rela menjual anak perempuannya menjadi wanita penghibur. Dan yang lebih tragis lagi ada beberapa suami yang mendorong istrinya menjadi wanita penghibur. Malah mereka sendiri yang mengantar ketempat mangkal.
Kalau menyimak syair lagu yang di nyanyikan titik puspa cerita tentang kupu-kupu malam sungguh sangat memilukan.
" ada yg benci dirinya tapi ada yg butuh dirinya
ada yg berlutut mencintanya tapi ada pula yg kejam menyiksa dirinya. Hidup wanita si kupu-kupu malam bekerja bertaruh seluruh jiwa raga, bibir senyum kata halus merayu memanja kepada setiap mereka yg datang. Dosakah yg dia kerjakan, tapi sucikah mereka yg datang. Kadang dia tersenyum dalam tangis tapi kadang dia menangis di dalam senyuman. yg dia tahu hanyalah menyambung nyawa"
Menghilangkan prostitusi adalah sebuah pekerjaan yang sangat menyulitkan karena sudah mengakar, dan kalau dilihat dari sejarah, prostitusi sudah ada sedari jaman nabi sampai sekarang, bukti nyata prostitusi memang sulit dihilangkan. Ada Demand (Permintaan) dan Supply (Penawaran), artinya Kenapa susah diberantas karena memang ada yang membutuhkan.
Contohnya apa yang dilakukan wali kota Surabaya yang biasa dipanggil Risma yang ingin menutup lokalisasi dolly Surabaya Ada yang pro dan tidak sedikit pula banyak yang kontra dengan berbagai argumen genius ala ilmu manusia.
Seperti yang baru ini lagi pembongkaran kalijodo yang menurut walikota Jakarta yang akrab dipanggil Ahok sebenarnya bukan satu-satunya alasan membongkar Kalijodo karena tempat prostitusi tetapi alasan lainnya karena Kalijodo merupakan jalur hijau yang tak boleh dibangun permukiman. Lihat betapa alotnya, karena ada sebagian orang yang ingin mempertahankan Kalijodo.
Dengan tindakan menggusur Kalijodo tak serta merta menghilangkan praktek prostitusi itu. Sebab praktek prostitusi sudah ada sejak lama dan sulit diberantas. Begitupula eks doly surabaya yang menurut beberapa sumber hijrah ke luar pulau Jawa. Hari ini dibakar besok tumbuhan mekar. Hari ini digaruk sepuluh besok datang dua puluh. 
Begitu rumit kenapa?
Banyak kepentingan yang terlibat di diri wanita penghibur. Para germo, mucikari yang memiliki banyak uang dan para aparat yang suka 'bermain mata' saling terkait ditambah adanya tuntutan pelanggan dan masyarakat yang juga kadang menolerir. Masyarakat yang memberikan kebebasan karena alasan devisa atau masukan keuangan dengan membuka warung-warung, kontrakan, tempat hiburan, panti pijat dan lain-lain.
Perkembangan prostitusipun  juga sangat pesat mengikuti kemajuan jaman. Dari yang sembunyi sembunyi, berkedok tempat hiburan dan panti pijat sampai di era digital yang disebut dengan prostitusi online. Tempatnya pun ada yang terpisah pisah dan ada juga yang lokalisasi. Dari warung remang remang, rumah border, panti pijat, cafe, bar sampai di jaringan media sosial. Menu tarif layanannya pun dari 25 rb sampai 200jtan.
Sesungguhnya mereka tidak lebih sebagai sapi perahan germo, kepolisian dan masyarakat itu sendiri. Hati mereka meratap menangis tapi tidak terdengar. Mereka tak mungkin dipercaya. Kenapa? karena terbalut gincu merah dan senyuman genit.
Point penting yang bisa dipetik :

  1. Jalan hidup selalu membawa konsekuensi baik di dunia maupun di akhirat kelak. Di dunia saja, mereka mendapatkan pengucilan dari manusia, Apa lagi di akhirat kelak.
  2. Apa pun keadaannya khususnya masalah ekonomi, janganlah dijadikan alasan untuk keluar dari jalan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
  3. Apa yang dilarang Allah Subhanahu Wa Ta'ala karena sesungguhnya didalamnya terdapat kemudaratan, kerusakan.
  4. Prostitusi sulit dihilangkan kecuali ada kesungguhan dari semua pihak.
  5. Taubat ke jalan yang benar dalam pengertian yang sesungguhnya adalah salah satu jalan untuk mendatangkan kebahagiaan rohani.
"Dalam diri setiap manusia pada dasarnya ada gerak kerinduan kepada asal." (nurcholish madjid)
Semoga para pekerja prostitusi cepat sadar karena gerak kerinduannya untuk menjadi manusia yang normal dan bermoral. Dapat rejeki yang halal walau sedikit asal pandai bersyukur membawa berkah. Amiiiiin..

Senin, 22 Februari 2016

PENERIMAAN CPNS TAHUN 2016 DI KALIMANTAN BELUM ADA


Jadwal penerimaan CPNS memang ditunggu-tunggu semua lapisan masyarakat. Baik yang tua maupun yang muda. Baik yang lulus perguruan tinggi maupun yang sederajat. Tapi semua itu tidak terlepas dari syarat syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi CPNS dari umur minimal sampai maksimal, dari pendidikan terendah sampai terakreditasi dan lain lainya. Seandainya tidak ada ketentuan persyaratan melamar untuk  menjadi CPNS tentu semua orang ingin menjadi pegawai negeri. Walaupun umur sudah lebih dari 35 tahun tentu akan terus mengikuti seleksi CPNS dengan berbekal pengalaman gagal alias tidak lulus setiap tahun penerimaan CPNS dari awal lulus perguruan tinggi. Begitu pula yang cuma lulus pendidikan dasar tentu akan berpartisipasi, karena mereka beranggapan menjadi pegawai negeri hidupnya enak, tidak cape cape bekerja. Yang sudah bekerja diperusahaan swasta pun akan mencoba mencari peruntungan untuk merubah nasib. Yang paling menyayat lagi tenaga kotrak atau yang biasa disebut PTT (pegawai tidak tetap) pemerintah atau P3K (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) yang tentu saja gajinya juga P3K (pertolongan pertama daripada kosong) alias pas pasan dan terkadang malah dibawah UMP yang menunggu keajaiban diangkat menjadi CPNS walaupun mereka tau dalam perjanjian kontrak sudah bersedia tidak menuntut untuk diangkat menjadi CPNS, dan untuk menjadi CPNS tetap menjalani serangkaian persyaratan dan tetap mengikuti tes seleksi yang berbasis CAT (Computer Assisted Test). Berstatus PTT pun tidak menjadi jaminan lulus kalau  belum memenuhi passing grade kelulusan yang ditetapkan, bisa saja yang baru saja mengikuti tes yang mendapatkan durian runtuh. Begitu pula yang lulus perguruan tinggi ternama dengan mengenyam perkuliahan reguler bisa saja kalah bersaing dengan lulusan Universitas terbuka dengan perkuliahan dua minggu sekali atau jarak jauh. Semuanya tidak terlepas dari kata yang sama sama kita sepakati yaitu "Nasib".
Bagaimana dengan tahun 2016? Adakah harapan untuk merubah identitas pekerjaan pada KTP? Bagi yang berkeluarga adakah harapan seperti kata orang kebanyakannya bilang " rejeki anak ".
Dengan mengandalkan paman google semua orang mencari kata kunci jadwal penerimaan CPNS. Ada situs yang mengatakan jadwal CPNS dibulan Maret tahun ini. Ada juga situs yang menjual kumpulan bahan bahan tes lengkap dan no. 1. Tentunya sebagai masyarakat harus pintar mencari kebenarannya jangan sampai terkena jebakan yang mengatasnamakan bantuan. Tidak sedikit masyarakat merasa dirugikan.
Merespon beredarnya informasi terkait dengan jadwal penerimaan CPNS tahun ini Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia mengeluarkan surat Nomor B/501/M.PAN/01/2016 perihal sanggahan terkait dengan adanya jadwal penerimaan CPNS tahun 2016 pada tanggal 27 Januari 2016. Kementerian PAN-RB meminta kepada pejabat pemerintah daerah untuk segera menginformasikan kepada masyarakat bahwa informasi mengenai penjadwalan penerimaan CPNS tidak benar karena formasi untuk penerimaan CPNS tahun ini belum ditetapkan.
Sejak tahun 2014 pemerintah telah mengembangkan sistem seleksi dengan CAT sehingga dipastikan tidak ada pihak manapun yang dapat membantu kelulusan peserta apalagi tanpa mengikuti seleksi akan mendapat surat keputusan pengangkatan sebagai CPNS.
Kementrian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) melaporkan 17 website yang menyampaikan informasi tidak benar terkait penerimaan CPNS 2016 ke Bareskrim Mabes Polri. (Sumber Okezone).
Adapun 17 web yang dilaporkan itu adalah sebagai berikut:
  1. http : // www.cpns2016.com
  2. http : // www.cpns.info/2016/02/rekrutmen-penerimaan-cpns-2016-tetap.html
  3. http : // www.cpns.info/2015/09/penerimaan-cpns-mulai-digelar-maret-2016.html
  4. http : //www.lowongankerja15.com/2015/09/jadwal-dan-kuota-penerimaan-cpns-2016.html
  5. http : // www.rikowijaya.com/2015/04/pendaftaran-cpns-guru.html
  6. http : // www.infocpns2016.com/2016/02/09/pendaftaran-cpns-2016-bulan-september/
  7. http : // www.pendaftarancpns.com/2016/02/09/pendaftaran-cpns-2016-berubah-lagi-formasi-cpns-2016-terbatas/
  8. http : // www.cpns.rikowijaya.com/2014/09/pendafataran-cpns.html
  9. http : // www.regcpns.com/2015/09/hal-yang-dibutuhkan-untuk-mengikuti.html
  10. http : // www.cpns2016.com/2015/09/jadwal-cpns-maret-2016-pendaftaran.html
  11. http : // www.cpns2015.com/716/registrasi-pendaftaran-cpns-2016-formasi-umum-dan-khusus
  12. http : //pendaftaran-cpns.blogspot.co.id/2015/11/cpns-2016-menpan-daftar-formasi-cpns.html
  13. http :// www.infolowongancpns.com/daftar-instansi-yang-membuka-lowongan-cpns-2015/
  14. http : // www.cpns.info/p/daftar-isi.html 
  15. http : // www.cpns2016.net/ 
  16. http : // www.teskerja.com/2015/10/formasi-dan-pendaftaran-cpns-2016-2017-sumatera-utara.html
  17. http : // www.posmetro.indo/2015/12/sebarkan-akhirnya-pendaftara-cpns-2016.html
Himbauan kepada masyarakat berhati hatilah terhadap berbagai jenis penipuan yang berkedok penerimaan CPNS.

Selasa, 26 Januari 2016

Ambisi Kepada Kedudukan



Sudah lumrah bagi kita jika melihat ada orang yang begitu berambisi mengejar jabatan atau kedudukan sehingga berbagai cara mereka tempuh untuk mewujudkan ambisinya itu.
Yang nampak terlihat tidak saja ambisi untuk menjadi pemimpin kepala daerah tapi sampai kepada kepala desa, malah sampai ke level terendah sekalipun seperti ketua RT. Ini dapat kita lihat tidak saja pada sistem pemerintahan akan tetapi juga pada sistem jabatan non pemerintah seperti perusahaan swasta dan lain-lain.
Ambisi ini semua berangkat dari niatan duniawi semata.
Dari Abu Sa'id Abdurrahman bin Samurah RA., ia berkata, Rasulullah SAW. berkata kepadaku, wahai Abdurrahman bin Samurah, janganlah engkau meminta jabatan kepemimpinan, jika jabatan tersebut diberikan bukan karena permintaanmu, engkau akan dibantu dalam melaksanakannya. Namun jika engkau diberikan karena memintanya, jabatan tersebut sepenuhnya akan dibebankan kepadamu.” (HR Al-Bukhari)
Dari Abu Dzar RA., ia berkata, Ya Rasulullah, tidakkah engkau mengangkat ku menjadi pegawai ?, lalu beliau menghentakan kedua pundakku, kemudian berkata wahai Abu Dzar ,sesungguhnya engkau itu lemah, sedangkan ini adalah amanah. sesungguhnya jabatan ini pada hari kiamat nanti akan menghinakan dan menimbulkan penyesalan, kecuali bagi orang yang mengambilnya sesuai dengan haknya dan melaksanakan kewajiban atasnya". (HR Muslim).
Orang yang meminta kependudukan jangan dipilih untuk mendudukinya, jika tidak punya kompetensi untuk menjalaninya. Orang yang paling berhak menduduki suatu jabatan adalah orang yang punya kemampuan, kemauan dan kemahiran untuk menjalaninya.
Sebuah kedudukan atau jabatan adalah sebuah kepercayaan dan tanggung jawab yang besar, sehingga siapa saja yang diberikan amanah dan tanggung jawab harus menjalankan sebaik-baiknya dan tidak boleh menghianati janjinya dihadapan Allah SWT.

Dari Abu Hurairah RA, Rasullullah SAW bersabda “sungguh kalian akan berambisi untuk meraih kepemimpinan (kedudukan) dan kelak akan menyesal di hari kiamat nanti". (HR Al-Bukhari).

Selasa, 05 Januari 2016

Kisah Seorang Ayah dan Anak dengan Seekor Keledainya

Kisah yang sangat menarik, yang patut untuk dibagikan kembali kepada sahabat sekalian.
Mari kita simak bersama sama.
Dikisahkan pada zaman dahulu kala ada seorang Ayah dan Anak melakukan perjalanan dengan Seekor Keledainya. Karena ukuran keledai mereka kecil apalagi bila dibandingkan dengan seekor kuda maka di awal perjalanan si anak yang menaiki keledainya, sedangkan ayahnya berjalan disampingnya sambil menuntun keledai itu.
Tanpa terasa sampailah mereka di sebuah pasar dan melewati kerumunan banyak orang yang sibuk dengan kegiatannya masing masing. Tapi diantara banyak orang tersebut ada salah satunya yang memperhatikan mereka, dan orang itu berkata "Lihat, lihatlah contoh anak yang durhaka, si ayah disuruhnya berjalan sementara ia asyik menaiki keledainya!" mendengar perkataan orang tersebut si anak tidak mau dianggap sebagai anak yang durhaka yang tidak berbakti kepada orangtua, maka si anakpun berkata, "Ayahku, lebih baik ayah saja yang duduk disini biarlah aku yang berjalan menggantikan ayah". 
Setelah bertukar posisi akhirnya merekapun melanjutkan perjalanan. Selang beberapa waktu kemudian mereka kembali menjumpai sekumpulan ibu-ibu yang sedang mencuci di sungai yang menatap dengan pandangan penuh benci dan sinis. Akhirnya salah satu dari mereka berkata, "Lihatlah, Ayah yang kejam, dia tega menaiki keledainya sementara anaknya disuruh berjalan!".  mendengar perkataan orang tersebut si ayah tidak mau dikatakan ayah yang kejam dan tega, yang tidak berperasaan. si ayah langsung turun dari punggung keledai tersebut dan berkatalah si Ayah kepada Anaknya, "Nak lebih baik kita tidak usah menaiki keledai ini mungkin kita tuntun saja".
Hasil gambar untuk gambar anak dan ayah membawa keledai
Setelah melanjutkan perjalanan beberapa saat merekapun berpapasan dengan seorang pria. Pria itupun menatap dengan heran dan bertanya, "Apakah kalian menuntunnya dari rumah sampai tujuan? alangkah bodohnya kalian mengapa kalian tidak menaiki keledai ini, tampaknya ia cukup kuat". Si ayah dan anakpun terdiam karena perkataan pria itu memang benar dan memojokkan mereka berdua. Demi mendengar perkataan pria tersebut sang ayah memutuskan kepada anaknya, “Nak lebih baik kita naik bersama sama saja ya..”. 
Merekapun menaiki keledai bersama sama. Kemudian merekapun melewati sebuah perkampungan, bertemulah mereka dengan sekumpulan orang yang sedang minum di sebuah kedai dipinggir jalan. Terdengar jelas suara orang yang minum di kedai tersebut membicarakan mereka, "Alangkah kejamnya mereka! keledai itu mereka naiki berdua!". Demi mendengar perkataan orang orang di kedai tersebut si ayah dengan ragu ragu berkata kepada anaknya ““Nak, bagaimana kalau kita angkat berdua saja keledai ini ya…”. 
dengan susah payah merekapun mengangkat keledai sampai ketempat tujuan. Setibanya, salah seorang dari kerabat mereka berkata, "Apakah kalian mengangkatnya dari rumah sampai kesini?...sungguh gila kalian, mau-maunya kalian menyiksa diri mengangkatnya padahal keledai itu adalah hewan yang berfungsi dan digunakan untuk mengantarmu kemana pun.
Bagaimana? menarik bukan?. begitulah kisah tersebut berakhir. Dan apa yang terbesit dalam pikiran sahabat sekalian. Apakah sama apa yang kita pikirkan untuk menyikapi kejadian dalam kisah tersebut. Seandainya kita berada dalam kisah tersebut apa yang akan kita perbuat? Apakah sahabat sekalian akan sama dengan ayah dan anak tadi dalam mengambil tindakan dan keputusan? Ataukah sahabat sekalian akan memberikan warna kisah yang berbeda?. Kiranya cukup kita kembalikan kepada diri pribadi kita masing masing untuk menentukan mana yang baik dan mana yang harus di ambil tindakan atau keputusan.
Salam untuk sahabat sekalian yang sama sama sudah dewasa dalam bertindak, berucap dan berperilaku. Selama apa yang kita lakukan itu diiringi niat baik, keikhlasan dan tidak melanggar syari'at, maka omongan orang tentang apa yang kita perbuat tidak usah diambil hati dan tidak perlu khawatir. Bahkan jangan sampai omongan negatif orang pada kita mendorong kita menjadi malas melakukan pekerjaan, minder / rendah diri, tidak bersemangat lagi dan mendorong kita melakukan hal-hal yang tidak terpuji lainnya. jadikan semua itu sebagai batu ujian yang bisa kita jadikan pijakan untuk melangkah lebih jauh lagi.  Kalaupun khawatir, khawatirlah  jika yang kita lakukan itu jelek dimata Allah dan mengundang murka Allah.

Jumat, 18 Desember 2015

MENGGALI DAN MENGEMBANGKAN KECERDASAN DENGAN TEORI KECERDASAN MAJEMUK




Secerdas apakah diri kita ?


Jawabannya mungkin terdapat pada rangking atau peringkat kelas seperti yang tertera pada raport untuk anak sekolah. Atau nilai IPK untuk mahasiswa. Atau peringkat juara pada setiap lomba.


Apa benar ?


Tapi setelah ujian nasional malah susah membuktikan kecerdasan kita. Tapi setelah wisuda malah susah tes cari kerja atau tes cpns. Tapi setelah ikut pertandingan lain malah susah menjadi juara.


Sekarang mari kita koreksi kecerdasan kita berdasarkan Teori kecerdasan majemuk Gardner.
Menurut Teori kecerdasan majemuk Gardner ada delapan kecerdasan yaitu sebagai berikut :

1.     Kecerdasan Linguistik
Kemampuan untuk menggunakan kata-kata baik secara lisan maupun tertulis seperti yang dilakukan para presenter, orator, sastrawan, jurnalis dan lain-lain.

2.     Kecerdasan matematis-logis
Kemampuan menggunakan angka dan penalaran secara logis seperti yang dilakukan para akuntan, ahli matematika, ilmuwan, peneliti, programer dan lain lain.

3.     Kecerdasan Spasial
Kemampuan membuat visualisasi secara akurat bentuk, bangun, ruang dan warna. seperti para pematung, arsitek, pilot dan lain-lain.

4.     Kecerdasan Kinestetis
Kemahiran dalam menggunakan anggota tubuh seperti para penari, atlet, aktor dan lain lain.

5.     Kecerdasan Musikal
Kemampuan yang berhubungan dengan bunyi nada atau suara seperti para pemusik, penyanyi, pencipta lagu dan lain-lain.

6.     Kecerdasan Interpersonal
Kemampuan dalam berhubungan dengan orang lain seperti para negosiator, politikus, diplomat, tenaga pemasaran dan lain lain.

7.     Kecerdasan Intrapersonal
Kemampuan untuk memahami diri sendiri sebagaimana para konsultan,  rohaniwan, psikologi, pendidik dan lain-lain.

8.     Kecerdasan Naturalis
Kemampuan yang berhubungan dengan alam seperti pencinta alam, aktivis lingkungan, peneliti dan lain-lain.

Teori kecerdasan majemuk menyatakan bahwa pada dasarnya setiap orang memiliki ke delapan kecerdasan tersebut akan tetapi setiap orang akan berbeda-beda, diantara ke delapan kecerdasan tersebut ada yang lebih dominan atau menonjol dibanding kecerdasan lainnya. jadi seseorang seumpama tidak pandai matematika bukan berarti dia bodoh akan tetapi kecerdasan matematisnya kurang dan kemungkinan dia mempunyai kecerdasan musikal yang bisa dibanggakan atau kecerdasan lainnya.

Jadi silakan koreksi kecerdasan kita. Kecerdasan apa saja yang menonjol pada diri kita dan kecerdasan apa saja yang masih kurang. Kalau kita ingin mengembangkannya maka dengan cara belajar dan berlatih dengan rajin dan giat. Seperti kata pepatah "rajin pangkal pandai" dan "bisa karena terbiasa".

Selasa, 08 Desember 2015

Fenomena Dakwah di Era Modern

Kali ini blogger minta ijin memberanikan diri mengangkat tema tentang fenomena dakwah..
Baru-baru ini sama sama kita lihat pada tayangan pemberitaan media televisi bermunculannya masalah masalah yang dihadapi para ustadz ustadz kondang televisi mengenai prahara rumah tangga maupun masalah sosial lainnya yang pada waktu sebelumnya juga banyak menimpa para ustadz kondang televisi.
Pemberitaan tersebut juga menjadi kondang karena hampir setiap waktu mengisi rubrik pemberitaan di media televisi.
Sungguh memprihatinkan memang menjabat sebagai status ustadz menjadi publik pigur dan juga secara umum di mata masyarakat membawa citra agama.
Baiklah!.. mari kita kembali ke tema tentang fenomena dakwah itu sendiri.
Apa saja fenomena dakwah yang memprihatinkan tersebut?
Dakwah sebagai tontonan
Dakwah seharusnya sebagai tuntunan, dan bukan sebagai tontonan. Dai yang tampil menjadi tontonan memang akhirnya diminati, terutama oleh mereka yang hanya ingin mencari hiburan karena bisa ketawa ketiwi.
Dakwah berfungsi sebagai tuntunan. seorang dai harus menjadi suri teladan bagi obyek dakwahnya, memiliki akhlaqul karimah yang menghiasi hari harinya, sehingga antara ucapan dan perbuatannya seiring dan sejalan.
Ketika semangat dakwah sudah dimiliki bagi seorang dai untuk menuntun umat, maka sebelum dakwah itu disampaikan seorang dai sudah mengerjakan apa yang akan disampaikannya  kepada orang lain.
Dakwah sebagai profesi
Dakwah adalah kewajiban, bukan profesi.
Jadi dakwah sifatnya harus berlangsung setiap saat, dimanapun dan kapanpun. Seorang dai berdakwah bukan hanya diatas podium, tapi dirumah, pasar, jalan, kantor, majelis, pokoknya dimana saja. Setidaknya dia berdakwah dengan perilakunya.
Akan tetapi jika dakwah sebagai profesi maka seorang dai berdakwah hanya pada waktu dan " jam kerja" dakwah yang di pesan. Setelah itu selesai dan tak lagi memiliki kewajiban apapun di luar itu.
Dakwah untuk mencari keuntungan
Fenomena selanjutnya dakwah dijadikan bisnis untuk meraup keuntungan pribadi. Besarnya keuntungan dunia yang bisa didapatkan di zaman sekarang dengan jalan dakwah membuat pendakwah mengubah orientasi agung dakwah menjadi ajang mencari keuntungan seperti meminta tarif bayaran dakwah yang tinggi atau dengan modus pengobatan alternatif dengan biaya mahal.
Dakwah yang diperdagangkan tidak akan membekas dihati umat, tidak akan membawa keberkahan, tidak akan membawa perubahan.
Sangat berbeda jauh memang dengan dakwah yang dilakukan seorang dai di pelosok-pelosok desa. Mereka rela menempuh jarak yang jauh ke desa lainnya tanpa dijemput/ diganti biaya transport dan tanpa mengharap bayaran dakwah yang menguntungkan. Bahkan seorang dai rela menjadikan rumahnya yang kecil untuk menampung warga yang ingin belajar bahkan sekaligus memberi jamuan ala kadarnya kepada mereka tanpa ada unsur mencari keuntungan. Dakwah mereka dilandasi ke ikhlasan, bukan urusan untung rugi perniagaan atau bisnis.
Dakwah adalah kewajiban dan tuntunan yang penuh perjuangan dan pengorbanan, serta semata-mata hanya ingin mendapatkan keridhaan Allah SWT.
Sabda Nabi " Sampaikanlah dari KU (Rasullullah) walau hanya satu ayat" (HR. Bukhari).
Tetapi apa yang akan disampaikan harus benar-benar mengerti, memahaminya dan menguasainya serta mengamalkan dan mempraktikannya dalam sendi sendi kehidupan sehari hari. Jadi dakwah bukan sekehendak hati, yang penting orang senang, dan mendapatkan bayaran yang tinggi.